Just another WordPress.com site

AUDIT Bab 3 : ETIKA PROFESIONAL

  1. Etika umum mendefisinikan apa yang dimaksud dengan baik bagi seseorang/ masyarakat, dan mencoba menetepkan sifat dari kewajiban/ tugas yang harus dilakukan oleh seseorang bagi dirinya sendiri dan sesamanya.
  2. Etika profesional meliputi standar perilaku bagi seseorang profesional yang dirancang untuk tujuan praktis dan idealistik.Kode etik profesional bersifat realistis dan dapat ditegakkan untuk mendorong perilaku yang ideal.
  • CPA(Certified Accountant Public) adl profesi yang diberi wewenang untuk menandatangani laporan audit.
  1. Kode Perilaku Profesional AICPA terdiri dari 2 seksi: Principles (menyatakan ajaran dasar perilaku etika dan memberikan kerangka kerja bagi peraturan-peraturan) dan Rules of Conduct (menetapkan standar minium perilaku yang dapat diterima dalam pelaksanaan layananprofesional).
    Pengumuman sebagai tambahan atas 2 seksi  kode perilaku profesional di atas: Interpretations of The Rules of Conduct (menyediakanpedoman tentang lingkup dan penerapan peraturan2 spesifik) dan Ethics Rulings (menunjukan penerapan Peraturan Perilaku dan Interpretasi pada kondisi nyata tetentu).
  2. Istilah dasar untuk memahami kode etik:

Klien ( Client): setiap orang /entitas selain pegawai anggota CPA yang menugaskan anggota/kantor anggota CPA untuk melakssanakan jasa profesional bagi perorangan/ entitas yang akan menerima jasa profesional tersebut.

Dewan ( Council): dewan yang berada dalam lembaga AICPA.

Kantor Akuntan Publik : bentuk organisasi yang diizinkan melaksanakan pratik akuntan publik sesuai undang2/ peraturan yang memiliki karakteristik sesuai dengan keputusan dewan.

Jasa profesional: semua jasa yang dilaksanakan oleh seorang CPA yang masih berstatus sebagai pemegang CPA.

  1. Enam Prinsip yang terdapat dalam kode etik :

–          Tanggung Jawab :para anggota harus mewujudkan kepekaan dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas sebagai profesional.

–          Kepentingan Publik : para CPA harus melakukan tindakn yang medhlukan kepentingan publik, menghargai kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen pada profesionalisme.

–          Integritas : para CPA harus melaksanakan semua tanggungjawab profesional dengan integritas tinggi untuk memperluas dan mempertahankan kepercayaan kepada masyarakat.

–          Obyektifitas dan Independensi : para CPA yang berpratik sbg akuntan publik harus bersikap independen dalam kenyataan&penampilan saat melaksanakan audit/jasa atestasi lainnya.

–          Kecermatan/ Keseksamaan :CPA harus mengamati standar teknis dan etika profesi , terus meningkatkan kompentensi & mutu jasa ,melaksanakan tanggung jawab profesional dengan kemampuan terbaik.

–          Lingkup & Sifat Jasa : CPA yang berpratik sbg akuntan publik, harus mematuhi prinsip2 Kode Perilaku dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang diberikan.

  1. Sebagai upaya penegakan Peraturan Perilaku lebih efektif AICPA mengembangkan Program Penegakan Etika Bersama ( Joint Ethics Enforcement Program /JEEP).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: