Just another WordPress.com site

AUDIT BAB 4: KEWAJIBAN HUKUM AUDITOR

Tanggung Jawab Hukum bagi Auditor:
1. Mendektesi adanya indikasi kecurangan dan melaporkan.(Fraud detection)
2. Mendektesi dan melaporkan adanya ketidakmampuan perusahaan meneruskan usahanya.
3. Mendektesi dan melaporkan adanya potensi salah saji yang material yang akan merugikan publik.

Common Law( Hukum berdasarkan keputusan pengadilan bukan disahkan lehislatif)
Auditor bertanggungjawab ke klien atas pelanggaran kontrak bila:
1. Menerbitkan laporan audit standar tanpa melakukan audit sesuai standar audit (GAAS)
2. Tidak mengirimkan laporan audit standar sesuai batas waktu yang telah disepakati.
3. Melanggar hukum kerahasiaan.
Kewajiban kepada pihak ke 3,dari sisi hukum ada 2 kelompok pihak ke 3,yakni:
1. Pemegang saham utama: namanya telah diketahui oleh auditor sebelum audit dilaksanakan.
2. Pemegang saham lainnya:pihak ke3 yang namanya belum diketahui(kreditor, pmg saham,investor)
*Pada umumnya auditor harus menggunakan kecermatan sebagai pembelaan dalam gugatan pelanggaran kontrak termasuk tuntutan ganti rugi atas kelalaian kontributif(kelalaian yang dibuat klien yang mengakibatkan klien rugi sebagai akibat pelaksanaan kerja klien dibawah standar).Pembelaan berdasarkan kecermatan auditor harus berusaha membuktikan bahwa audit tersebut telah dilaksanakn sesuai dengan standar audit.Kertas Kerja audit merupakan alat bukti yang penting dalam pembelaan.
Meminimalkan Risiko Litigasi:
Menggunakan surat perikatan untuk semua jenis jasa profesional, Melakukan investigasi yang menyeluruh atas lien prospektif, Lebih menekankan mutu jasa dari pada pertumbuhan,  Mematuhi sepenuhnya ketentuan profesional,  Megakui keterbatasan ketentuan profesional, Menetapkan dan menjaga standar yang tinggi atas pengendalian mutu, memperhatikan tindak pencegahan dalam perikatan tentang keterlibatan klien dalam kesulitan keuangan, Mewaspadai resiko audit.

Standar Profesional dan Keputusan Hakim-8
terdapat perbedaan antara AICPA, SEC(Security Exxchange Commissions, dan pengadilan tentang kepentingan relatif Standar Profesional dalam Keputusan Hakim:
1. AICPA:*standar komunikasi diukur sesuai GAAS, para juri (pengadilan dlm hal peradilan) tidak berwenang mempetanyakan kebijaksanaan standar profesional.
2. SEC: *Auditor memiliki kewajiban yg jauh lebih melampaui batas GAAS yg spesifik(kebiasaan profesional untuk berkomunikasi scr efektif ttg informasi yg material, Bilamana GAAS& GAAPtenyata memilikikekurangan. makaSEC akan meminta badan yg berwenag menetapkan standar kinerja yg berarti tanpa kesaksian pakar pada standar profesional.
3. Pengadilan:* Bila profesi telag menetapkan GAAS yg spesifik untuk menghadapi masalah yg muncul, maka tugas profesional dibatasi pada menyesuaikan dg standar, sehingga lap.keuangan dapat meberikan informasi yang wajar&berarti bagi investor, Apabila lap.keuangan yg menyesatkan teryata menimbulkan kerugian, maka pengadilan tidak ragu2 menghukum auditor meski tedapat bukti kuat adanya kesesuaian dengan GAAP&GAAS.
Indikasi ada atau tidaknya kemungkinan unsur pelanggaran hukum:
Transaksi tanpa otoritas, penyelidikan oleh instansi pemerintah, pembayaran dalam jumlah besar untuk jasa yang tidak jelas tujuannya,keterlambatan pengisian SPT pajak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: