Just another WordPress.com site

AUDIT BAB 6 : BUKTI AUDIT, TUJUAN AUDIT, PROGRAM AUDIT, DAN KERTAS KERJA

  1. 1.       Audit TOP-DOWn Vs Audit BOTTOM-UP

Audit top-down; Menevaluasi bukti tentang lap.keuangan yang diharapkan dari pengetahuan tentang entitas, bisnis, dan industrinya.

Audit bottom-up; Mengevaluasi bukti yang mendukung transaksi dan akumulasi dalam lap.keuangan.

  1. 4 Pilihan penting penting yang berkaitan dengan bukti audit;
    (1)  bukti apa yang akan diperoleh(sifat),
    (2) bilamana akan memperoleh bukti (saat),
    (3) berapa banyak bukti yang akan diperoleh (luas), dan
    (4) siapa yang akan ditugaskan untuk memperoleh bukti (penetapan staf audit).
  2. Asersi manajemen dalam Lap.keuangan;
    (1) Keberadaan/ keterjadian,
    (2) Kelengkapan,
    (3) Hak dan Kewajiban,
    (4)Penilaian atau alokasi,
    (5) Penyajian dan pengungkapan.
  3. Bukti audit yang mendukung lap.keu terdiri dari;
    (1) data akuntansi yang mendasari =>semuanya tegplong sebagai bukti yang mendukung lap.keu(jurnal, buku besar, kertas kerja, rekonsiliasi),
    (2) informasi penguat yang tersedia bagi auditor =>guna mendukung data akun yang mendasari(bukti analis,bk.dokumentasi,bk.elektronik,bk.matematis,konfirmasi,bk.fisik,representasi tertulis, bk. Lisan)
  4. Prosedur Audit; metode atua teknik unuk mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti yg mencukupi dan kompeten
    .=>10 prosedur audit; (1) Prosedur analitis
    ,(2) Inspeksi
    ,(3) Konfirmasi,
    (4) Permintaan keterngan,
    (5) Perhitungan,
    (6) Penelusuran,
    (7) Pemeriksaan bukti pendukung,
    (8) Pengamatan,
    (9) Pelaksanaan ulang,
    (10) Teknik audit berbantuan komputer.
  5. Program Audit; prosedur audit yang diyakini oleh auditor merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan audit. => maksud program audit adl untuk mengatur secara sistematis prosedur audit yang akan dilaksanakan selama audit berlangsung.Auditor menetukan tujuan mengembangkan tujuan audit spesifik yg telah dikembangkan berdasarkan asersi audit ketika mengembangkan program audit.
  6. Kertas Kerja memberikan; dukungan utama bagi lap.audit, cara untuk melakukan koordinasi dan supervisi audit, bukti bahwa audit dilaksanakan sesuai dengan GAAS.
    Jenis kertas kerja;
    (1) kertas kerja neraca saldo=>mjd penghubung antara akun buku besar klien dan item yg dilaporkan dlm lap.keu,memberikan pengendalian seluruh kertas kerja individual,
    (2) skedul dan analisi
    (3), memoranda audit dan dokumentasi informasi penguat, dan
    (4) ayat jurnal penyesuaian dan reklasifikasi.
  7. Catatan elektronikmenggantikan bukti dokumenter,auditor perlu mempertimbangkan implikasinya terhadap audit.Auditor harus mempertimbangkan apakah pratik klien tsb berpengaruh scr material thdp saldo akun dan golongan transaksi, serta menilai akibat implikasi tsb tdhp sifat, saat, dan luasnya prosedur audit srta penetapan staf audit.
  8. Menyusun kertas kerja;
    (1) Judul(heading),
    (2) Nomor indeks,
    (3) Referensi silang,
    (4)Tanda koreksi(tick marks),
    (5) tanda tangan dan tanggal.
  9. Me-review pengaruh pemrosesan data elektronik pada petimbangan profesional dalam kaitannya dengan perncanaan serta pengumpulan bukti audit.=>pengarsipan kertas kerja(file permanen & file tahun tahunan) => kepemilikan dan penyimpanan kertas kerja(kertas kerja menjadi milik kantor akuntan bukan klien/pribadi auditor,tapi kantor akuntan masih tunduk pada aturan kode etik profesi AICPA. Penyimpana kertas kerja terletak pad atanga auditor, diman auditor bertanggungjawab untuk menyimpannya dengan aman.

    @andikapuspitasari.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: