Just another WordPress.com site

AUDIT BAB 8 : MATERIALITAS, RISIKO, DAN STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN

  1. Materialitas ; Besarnya nilai yang dihilangkan/ salah saji informasi akuntansi, yang dilihat dari keadan yang melingkupi, dapat mengakibatkan perubahan/ pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan pada informasi tersebut karena adanya penghilangan/ salah saji itu.

2 hal yang dipertimbangkan oleh auditor berkaitan dengan materialitas; (1) Keadaan yang berkaitan dengan entitas,dan (2) keburuhan inforamsi pihak yang akan meletakkan kepercayaan atas lap.keuangan auditan.

  1. 2.      Pertimbangan Awal Tentang Materialitas ;

Auditor menggunakan 2 cara dalam menerapkan materialitas; (1) pada saat perencanaan audit,dan (2) pada saat menegvaluasi bukti audit dalam pelaksanaan audit.
Penetuan materialitas dapat berbeda dengan tingkat materialitas yg digunakan pada saat pengambilan kesimpulan audit dan dalam mengevaluasi tmuan audit karena keadaan yang melingkupi berubah dan informasi tambahan tentangklien yang diperoleh saat audit berlangsung.

  1. Materialitas Pada Tingkat Laporan Keuangan; salah saji agregat min dalam suatu lap.keu yang cukup penting untuk mencegah lap.disajikan secaea wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.*Lap.keuangan mengandung salah saji material jika lap.tersebut berisi kekeliruan/ ketidakberesan yang dampaknya secara individual/ gabungan.
    *Salah saji dapt terjadi sebagai akibat penerapan secara keliru prinsip akuntansi berterima umum, penyimpangan dari fakta/ penghilangab informasi yang diperlukan
  2. Contoh Materialitas Pada Tingkat Lap.Keuangan ;

* Lap.keu dipandang mengandung salah saji material jika terdapat salah saji :

– 5% sampai 10% dari laba sebelum pajak.

– ½ % sampai 1% dari total aktiva.

-1% dari passiva.

–  ½ % sampai 1 % dari pendapatan bruto.

  1. Materialitas Pada Tingkat Saldo Akun; salah saji minimun yang mungkin terdapat dalam saldo akun yang dipandang sebagai salah saji material.*Konsep materialitas pada tingkat saldo akun tidak boleh dikacaukan dengan istilah saldo akun material.
    *Saldo Akun Material; besarnya saldo akun yang tercatat, sedankan konsep materialitas berkaitan dengan jumlah salah saji yang dapat mempengarhi keputusan pemakai informasi keuangan.
  2. Pengalokasian Materialitas Lap.Keuangan Ke Akun ;

*Bila dalam pertimabangan awal auditor tentang materialitas lap.keu dikuantifikasikan, penaksiran awal untuk setiap aku dapat diperoleh dengan mengalokasikan materialitas lap.keu ke akn secara individual.*Pengalokaisan dapat dilakukan baik untuk akun neraca / akun L/R.* Karena salah saji laba-rugi mempengaruhi neraca dan akun neraca lebih sedikit, banyak auditor yang melakukan alokasi atas dasar akun neraca.

  1. Hubungan Antara Materialitas Dengan Bukti Audit; *Materialitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi petimbangan auditor tentang kecukupan bukti audit.*Semakin rendah tingkat materialitas, semakin besar jumlah bukti yang diperlukan.
  2. Risiko Audit adalah risko yang terjadi dalam hal auditor tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya atas suatu lap.keu yang mengandung salah saji material.
  3. Unsur Risiko Audit;

@ Risiko Bawaan ; kerentanan suatu saldo akun/ golongan transaksi terhadap suatu salah saji material dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait.

@ Risiko Pengendalian; risko tejadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak dapat dicegah/ didektesi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.Risiko pengendalian tertentu akan selalu ada karena keterbatasan dalam setiap pengendalian intern.
@ Risiko Deteksi ; risko sebagai akibat auditor tidak dapat mendektesi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.

  1. Penggunaan Informasi Risiko Audit ; * Taksiran risiko audit pada tahap perencanaan audit dapat digunakan oleh auditor untuk menerapkan jumlah bukti audi yang akan diperiksa untuk membuktikan kewajaran penyajian saldo akun tertentu.

*untuk itu , auditor menetukan risiko deteksi darii formula risiko audit berikut ini;
Risiko Audit Individual = Risiko Bawaan x Risiko Pengendalian x Risko Deteksi

  1. Hubungan Antara Risiko Audit Dengan Bukti Audit ; semakin rendah tingkat risiko audit yang ingin dicapai, semakin besar jumlah bukti yang diperlukan.
  2. 12.  Strategi Audit Pendahuluan;

*Komponen Stategi Audit: (1)Tingkat risiko bawaan yang dinilai,(2) Tingkat risko pengendalian yang direncanakan untuk dinilai dengan mempertimbangkan luas pemahaman pengendalian intern dan pelaksanaan pengujian pengendalian,(3)Tingkat risiko prosedur analitis yang direncanakan dengan petimbangan pemahaman tentang bisnis&industri yang diperoleh dan pelaksanaan prosedur analitis mengenai penyajian suatu asersi ,(4) Tingkat pegujian yang direncanakan,apabila dikombinasikan dg prosedur lain mengurangi risiko audit hingga tingkat rendah yang sesuai.

*Suatu Pendekatan Subtantif Utama dengan Penekanan terhadap Pengujian Terinci
*Suatu Tingkat Risiko Pengendalian yang Dinilai Lebih Rendah

*Pendekatan Subtantif Utama yang Menekan pada Prosedur Analitis

*Penekanan pada Risiko Bawaan dan Prosedur Analitis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: