Just another WordPress.com site

MODERN AUDITING

AUDIT BAB 7:

MODERN AUDITING

  1. Tahap- tahap audit atas Lap.Keuangan;
    (1) Penerimaan perikatan audit;
    (2) Perencanaan audit;
    (3) Pelaksanaan pengujian audit;
    (4) Pelaporan audit.
  2.  Tahap- tahap penerimaan perikatan audit ;
    (1) Mengevaluasi intregritas manajemen;
    (2) Mengidentifikasi kondisi khusus dan risiko luar biasa;
    (3) Menetukan kompetensi auditor untuk melaksanakan audit;
    (4) Mengevaluasi independensi auditor;
    (5) Menetukan kemampuan auditor dalam menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama;
    (6) Membuat surat peikatan audit.
  3.  Evaluasi terhadap integritas manajemen ;
    Melakukan komunikasi dengan auditor pendahulu, Meminta keterangan kepada pihak ketiga, Melakukan review terhadap pengalaman auditor di masa lalu dalam berhubungan denagn klien yang bersangkutan.

@ Identifikasi kondisi khusus dan risiko luar biasa ;
(1) Mengidentifikasi pemakai lap.keuangan;
(2) Mendapatkan informasi tentang stabilitas keuangan dan legal calon klien di masa datang;
(3) Mengevaluasi kemungkina dapat atau tidaknya lap.keuangan calon klien diaudit.

@ Penentuan kompetensi auditor untuk melaksanakan audit

*Standar umum yang pertama berbungyi sebagai berikut : “Audit harus dilakukan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor ”.* Mengidentifikasi anggota kunci tim audit dan *Mempetimbangkan perlunya mencari bantuan dari spesialis dalam pelaksanaan audit.

@  Evaluasi Independen Auditor

– Standar umum yang kedua berbunyi sebagai berikut; “ Dalam semua hal yang berhubungan dengan independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh audit
– hubungan keuangan dengan klian,
– Kedudukan dalam perusahaan,
– Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dan tidak konsisten,
– Pelaksanaan jasa lain untuk klian audit,
– Hubungan keluarga dan pribadi,
– Imbalan atas jasa profesional.

@ Penetuan kompentensi dalam menggunakan kemahiran profesional
– Standar umum yang ketiga bebunyi; “ Dalam pelaksanaan audit dan penyusuna laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama ”
– Penentuan waktu perikatan ,
– Pertimbangan jadwal pekerjaan laporan,
– Pemanfaatan personal klien

  1. Membuat surat perikatan audit oleh auditor untuk klien nya dimaksudkan untuk mendokumentasikan dan menegaskan; penerimaan auditor atas penunjukan oleh klien, tujuan dan lingkup audit, lingkup tanggungjawab yang dipikul oleh audir bagi kliennya, kesepakatan tentang reproduksi lap.keuangan auditan, bentuk lap.keuangan yang akan diterbitka oleh klien.
    5.     
    Perencanaan Audit
    (1) Memahami bisnis dan industri klien,
    (2) Melaksankan preosedur analitik,
    (3) Mempertimbangkan tingkat materialitas awal,
    (4) Mempertimbangkan risiko bawaan,
    (5) Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh tehadap saldo awal, jika penugasan audit merupakan tahun pertama,
    (6)Mempertimbangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan,
    (7) Mereview informasi yang behubungan .

@ Mereview bisnis dan industri klien : Mereview kertas kerja audit tahun sebelumnya, Mereview data industri dan bisnis, Mengunjungi kantor dan pabrik klien, Meminta keterangan kepaa komite audit, Meminta keterangan kepada manajemen, Menetukan adanya pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan klien, Mempertimbangkan dampak pernyataan standar akuntansi dan pernyataan standar suditing.

  1. Melaksanakan Prosedur Analitik; meliputi perbandingan jumlah2 yang tercatat/ ratio yang dihitung dari jumlah2 yang tercatat dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor.

@ Tujuan prosedur Analitik ->
(1) Meningkatkan pemahaman auditor atas usaha klien dan transaksi atau peristiwa  yang terjadi sejak tanggal audit terakhir,
(2) Mengidentifikasi bidang yang kemungkinan memcerminkan risiko tertentu yang bersangkutan dg audit.

@ Prisedur Analitik dapat mengungkapkan -> peristiwa / transaksi yang tidak biasa dan perubahan akuntansi.

@ Tahap2 Prosedur Analitik ->
(1) Mengidentifikasi perhitungan/ perbandingan yang harus dibuat,
(2) Mengembangkan harapan,
(3) Melaksanakan perhitungan/ perbandingan,
(4) Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan,
(5) Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan tersebut,
(6) Menetukan dampak hasil prosedur analitik.

@ Materialistas awal pada tingkat lap.keuangan perlu ditetapkan oleh auditor karena pendapatan auditor atas kewajaran lap.keuangan siterapkan pada lap.keuangan sebagai keseluruhan.

  1. 7.      Memperoleh Pemahaman tentang bisnis dan indutri klien

@ Terdapat beberapa aspek kritis dari siklus bisnis yang penting bagi auditor untuk dipahami:
(1) Manajemen, tujuan manajemen, dan sumberdaya2 organisasi,
(2) Produk dan jasa, pasar, pelanggan, dan persaingan entitas,
(3) Prose inti dan siklus operasional entitas,
(4) Bagaimana prose inti menghasilkan pertumbuhan, laba, aruskas, dan nilai,
(5) Keputusan  investasi dan pembiayaan entitas.

@andikapuspitasari.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: